Menjawab Kehausan Akan Akurasi
Di era informasi ini, ada ratusan tes dan teori kepribadian yang menjanjikan pengenalan diri. Namun, banyak dari teori tersebut sering kali bersifat sementara, hanya mengukur perilaku adaptif, dan tidak menyentuh inti dari potensi bawaan.
Kondisi inilah yang memicu Bapak Farid Poniman, seorang ahli psikologi genetik dan mind mapping, untuk memulai sebuah perjalanan riset yang panjang: menciptakan sebuah model yang sederhana, akurat, dan berbasis pada cetak biru genetik manusia.
Inilah kisah di balik penemuan STIFIn, sebuah ilmu yang kini telah membantu jutaan orang menemukan software genetik mereka.
Inspirasi dari Jendela Otak
Inspirasi awal konsep STIFIn berakar pada dua pondasi ilmu pengetahuan yang kuat:
Teori Belahan Otak Dominan: Studi mengenai fungsi unik dari belahan otak kiri (logika) dan kanan (kreativitas) serta peran lapisan luar (Neokorteks) dan lapisan dalam (Limbik/Emosi) dalam memproses informasi.
Dermatoglyphics: Ilmu yang mempelajari hubungan antara pola sidik jari dengan konfigurasi serabut saraf pada lobe (bagian) otak. Sidik jari, yang terbentuk sempurna sejak janin, dianggap sebagai “jendela” permanen ke otak.
Farid Poniman melihat peluang besar: jika sidik jari bisa memetakan dominasi lobe otak, maka ia bisa menyederhanakan kompleksitas neurologis manusia menjadi kategori yang praktis dan mudah diaplikasikan.
Proses Riset dan Penyederhanaan Menuju 5 MK
Langkah terberat dalam perjalanan ini adalah menyederhanakan jutaan data neurologis menjadi model yang hanya terdiri dari lima kategori—sebuah model yang kuat namun tetap mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Riset yang dilakukan bukan hanya menguji korelasi antara sidik jari dan otak, tetapi juga menguji konsistensi perilaku yang timbul dari dominasi lobe tertentu.
Penyatuan Fokus: Bagaimana orang dengan dominasi Limbik Kiri (Otot) menunjukkan kecenderungan perilaku Sensing (rajin, detail, doer)?
Pengujian Lapangan: Pengujian dilakukan secara masif pada berbagai kelompok usia, profesi, dan latar belakang untuk memastikan model 5 Mesin Kecerdasan (S, T, I, F, In) benar-benar akurat dan berlaku universal.
Dari proses penyederhanaan yang ketat inilah lahir formula yang diklaim sebagai 90% Mesin Kecerdasan dan 10% Gaya Kecerdasan—sebuah penekanan bahwa potensi inti (MK) lebih dominan daripada adaptasi perilaku.
Kelahiran STIFIn: Sebuah Solusi Aplikatif
Konsep STIFIn tidak berhenti pada teori. Tujuan utamanya adalah menjadi solusi aplikatif untuk masalah kehidupan nyata:
Mengurangi angka salah jurusan di kalangan mahasiswa.
Meminimalkan konflik rumah tangga akibat ketidakpahaman potensi pasangan.
Membantu bisnis menentukan strategi rekrutmen dan penempatan tim yang efisien.
Hasilnya, STIFIn berhasil menciptakan sebuah kerangka kerja yang tidak hanya Simpel (5 MK), Akurat (Genetik), tetapi juga Aplikatif (solusi praktis).
Kisah penemuan STIFIn adalah bukti bahwa sains, ketika diterapkan dengan visi yang tepat, dapat menjadi kunci untuk membuka potensi manusia secara maksimal. Ini adalah warisan riset bertahun-tahun yang disajikan dalam bentuk yang paling mudah Anda akses: Tes Sidik Jari.
Anda kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan hasil kerja keras ini—yaitu, mengetahui Mesin Kecerdasan Anda sendiri.
Jangan biarkan diri Anda berjalan tanpa peta. Kenali software Anda, dan mulailah mendesain kehidupan yang sukses!
➡️ Ingin Tahu Mesin Kecerdasan yang Ditemukan Melalui Riset Ini?
Klik di sini untuk menjadwalkan Tes STIFIn dan mulai aplikasikan potensi genetik terbaik Anda hari ini!

