Ahli psikoanalisis, Sigmund Freud, menganggap perilaku manusia adalah hasil dari konflik alam bawah sadar. Psikolog Amerika, William Moulton berpendapat, teori froud memiliki kelemahan dasar, yaitu konsep alam bawah sadar tidak berdasarkan pada riset mana pun, dan ada yang janggal terkait dinamika konflik alam bawah sadar. Teori tersebut dinilai tak praktis dalam pemahaman orang sehingga sulit di ambil manfaatnya.

Manusia memiliki potensi genetik yang luar biasa. Bila potensi tersebut di tempatkan di lingkungan yang tepat dan ditempa secara tepat terencana, hasil akhir akan luar biasa. Hasil tersebut juga terjadi dalam pembentukan kepribadian. Kepribadian dinamis muncul sebagai akibat tempaan lingkungan yang melingkupinya.

Menurut C.G. Jung ,fungsi dasar kepribadian manusia terbagi menjadi 4 (empat) jenis, yaitu: fungsi Pengindraan (Sensing/S), fungsi Pikiran (Thinking/T), fungsi perasaan (Feeling/F), dan fungsi Intuisi (Intuiting/I).Teori C.G. Jung kemudian diadaptasi oleh Katharine-Briggs. Briggs mengungkap cara indifidu mengobservasi dunia dan membuat simpulanberdassarklan persepsi mereka. Pada akhirnya ,muncul teori Myers-Briggs, yang saat ini dikenal dengan MBTI.

Ned Herrmann menunjukkan , karakteristik otak memengaruhi cara berfikir dan belajar .Otak memiliki akses ke masing masing bagian. Sementara itu, teoritikus lain, Roger Sperry, meneliti pasien skizofrenia. Ia kemudian menemukan perbedaaan fungsi otak kiri dan otak kanan.

Peneliti lain, Paul MacLean, menemukan Triune Braindengan ketiga bagian otak : neokorteks, mamalia, dan reptilia . Ned Herrmann menggabungkan teori Sperry dan MacLean menjadi satu model dan membagi otak menjadi empat bagian , yaitu : serebral kiri , serebral kanan , limbik kiri, dan limbik kanan.  Ned Herrmann juga menyebutkan diantaranya ada salah satu kecerdasan yang dominan, yang berkaitan dengan salah satu belahan otak dominan..

Keempat fungsi dasar teori C.G. Jung selaras dengan teori peneliti pemikiran kreatif Ned Herrman tentang kuadran otak . Bahwa keempat fungsi dasar tersebut merupakan karakter kepribadian yang kekel dan tidak berubah, yang bersumber dari belahan otak yang kerap di gunakan. Itu yang menjadi dasar awal mula konsep STIFIn.

Berdasarkan teori Ned Herrmann dan C.G. Jung di atas, kepribadian bersumber dari kecerdasan yang sesuai dari masing masing belahan otak. Fungsi belahsan otak tersebut hanya merujuk pada neokorteks di bagian kanan dan kiri, serta limbik di bagian kanan dankiri. Dengan demikian, total ada empat belahan otak.

Kuadran otak besar yang terletak di neokorteks kiri merupakan kecerdasan sekaligus karakter kepribadian Thinking (T). Kuadran otak besar kanan yang terletak di neokorteks kanan merupakan kecerdasan sekaligus karakter kepribadian Intuiting (I). Kuadran otak kecil kiri yang terletakdi limbik kiri merupakan kecerdasan sekaligus karakterkepribadian Sensing (S). Kuadran otak kecil kanan yang terletak di limbik kanan merupakan kecerdasan sekaligus karakter kepribadian Feeling (F).

Sementara itu , Paul MacLean menyebutkan , ada bagian otak lain, yang disebut otak reptilia (reptilian brain). Dan membagi otak menjadi tiga bagian, yaitu otak insani, otak mamalia, dan otak reptilia. Otak reptilia merupkan bagian penyangga otak yang terhubung langsung dengan sumsum tulang belakang. Otak reptilia merupakan gabungan dari serebelum, medulla, otak tengah (
midbrain), pons, dan batang otak (brain stem).

Dengan menelaah fisiologis otak reptilia tersebut, sangat signifikan bila otak reptilia digolongkan sebagai jenis kecerdasan tersendiri, yaitu kecerdasan kelima yang kami sebut sebagai kecerdasan Insting (In).

Pembagian belahan otak sesuai mesin kecerdasan:

Fungsi dasar Carl Gustav Jung Jenis Kecerdasan Ned Herrmann Strata Otak Paul MacLean Mesin Kecerdasan STIFIn
Sensing Limbik kiri Otak mamalia Sensing
Thinking Neokorteks kiri Otak insani Thinking
Intuiting Neokorteks kanan Otak insani Intuiting
Feeling Limbik kanan Otak mamalia Feeling
    Otak reptilia Insting

Psikolog Robert R. McCrae dan Paul T.Costa meneliti sekitar 70 ribu orang dari 50 suku bangsa di Jerman, Korea, dan Jepang. Dari penelitian tersebut, lahir konsep “Big five Personality Traits” atau dikenal juga dengan model “Big Five”, yakni lima hal yang memengaruhi kepribadian seseorang yaitu : extraversion (outgoing/energetic vs . solitary/resrved), agreeableness (friendly/compassionate vs. challenging/detached), conscientiousness (sufficient/organized vs. easy-going/careless), neuroticism (sensitive/nervous vs. secure/confident), openness to new experience (inventive/curious vs. consistent/cautious).

Melalui penelitian tersebut, muncul sebuah keyakinan baru bahwa Big Five tidak hanya berlaku untuk umum. Big Five juga disinyalir memiliki asal usul secara biologis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepribadian orang tidak berubah.

Perilaku dapat dinilai dengan memahami tiga komponen dasar , yakni:

  1. Kecenderungan dasar
  2. Adaptasi karakter
  3. Konsep diri
  • Kecenderungan dasar merupakan materi universal dari kemampuan dan disposisi kepribadian yang di dapat melalui simpulan hasil observasi . kecenderungan dasar mudah diwariskan , juga menentukan potensi serta arah individu
  • Adaptasi karakter adalah struktur struktur kepribadian yang diperlukan ketika manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Kecenderungan dasar merupakan prilaku yang stabil. Sementara itu, adaptasi karakter di pengruhi oleh factor eksternal, seperti kemampuan, kebiasaaan, sikap, dan hubungan yang diperlukan sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya.
  • Konsep diri merupakian bagian dari adaptasi karakter yang terdiri atas pendapat dan evalasi tentang diri, fakta pribadi yang beragam, sampai identitas yang menjadikan tujuan masuk akal.

Perbandingan Big Five (McCrae &Costa) dan lima fungsi dasar (C.G. Jung)

Item Perbedaan Big Five Lima fungsi Dasar
Set kepribadian terwakili Di luar lima faktor, masih banyak set kepribadian yang tidak terwakili. Semua set kepribadian terbagi habis dalam lima fungsi dasar
Hasil Uji Hanya mampu menjelaskan satu sifat yang daminan pada seseorang Dapat menjelaskan sifat seseorang secara utuh berdasarkan belahan otak yang dominan
Manfaat pengembangan Sulit dikaitkan dengan pengembangan diri Mudah untuk memetakan bakan dan kemampuan seseorang dalam Pendidikan dan karir
Uji kelemahan Kemampuan menganalisis sisikelemahanseseorang terbatas Mampu melihat ke;lemahan secara utuh
Perubahan Sifat Dapat berubah Genetik dan kekal
Jenis Skala Menentukan skor pada setiap faktor Menentukan kotak/jenis seseorang tanpa menggunakan skor
Keringkasan Memerlukan alat uji yang rumit dan terkadang memerlukan dukungan datri alat uji yang lain Memerlukan alat uji yang ringkas